Kamis, 31 Oktober 2013

macam-macam Majas

Macam-macam majas, atau gaya bahasa adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulisSecara umum jenis dibagi  menjadi empat bagian yaitu perbandingan,  sindiran, penegasan dan, pertentangan. Keterangan lebih lanjut bisa dibaca dibawah ini.
MACAM-MACAM MAJAS


A. Macam-macam Majas Penegasan
Dan berikut ini adalah berbagai macam dari majas penegasanbeserta contohnya yang berhasil blogbintang.com dapatkan :
  1. Majas Klimaks : Adalah semacam gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal yang dituntut semakin lama semakin meningkat. Contoh : Kesengsaraan membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman, dan pengalaman harapan.
  2. Majas Antiklimaks: Adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berurutan semakin lma semakin menurun. Contoh : Ketua pengadilan negeri itu adalah orang yang kaya, pendiam, dan tidak terkenal namany
  3. Majas Koreksio: Adalah gaya bahasa yang mula-mula menegaskan sesuatu, tetapi kemudian memperbaikinya. Contoh : Silakan pulang saudara-saudara, eh maaf, silakan makan.
  4. Majas Asindeton : Adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung agar perhatian pembaca beralih pada hal yang disebutkan. Contoh : Dan kesesakan kesedihan, kesakitan, seribu derita detik-detik penghabisan orang melepaskan nyawa.
  5. Majas  Interupsi  adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata atau bagian kalimat yang disisipkan di dalam kalimat pokok untuk lebih menjelaskan sesuatu dalam kalimat. Contoh : Tiba-tiba ia-suami itu disebut oleh perempuan lain.
  6. Majas Eksklmasio : Adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata seru atau tiruan bunyi. Contoh : Wah, biar ku peluk, dengan tangan menggigil.
  7. Majas Enumerasio : Adalah beberapa peristiwa yang membentuk satu kesatuan, dilukiskan satu persatu agar tiap peristiwa dalam keseluruhannya tanpak dengan jelas. Contoh : Laut tenang. Di atas permadani biru itu tanpak satu-satunya perahu nelayan meluncur perlahan-lahan. Angin berhempus sepoi-sepoi. Bulan bersinar dengan terangnya. Disana-sini bintang-bintang gemerlapan. Semuanya berpadu membentuk suatu lukisan yang haromonis. Itulah keindahan sejati.
  8. Majas Silepsis dan Zeugma : Adalah gaya dimana orang mempergunakan dua konstruksi rapatan dengan menghubungkan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan dengan kata pertama. Contoh : ia menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat kepada kami.
  9. Majas Apofasis atau Preterisio : Adalah gaya bahasa dimana penulis atau pengarang menegaskan sesuatu, tetapi tampaknya menyangkal. Contoh : Saya tidak mau mengungkapkan dalam forum ini bahwa saudara telah menggelapkan ratusan juta rupiah uang negara
  10. Majas Pleonasme: Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan. Contoh: Saya naik tangga ke atas.
  11. Majas Aliterasi:  Adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama. Contoh : Keras-keras kena air lembut juga
  12. Majas Paralelisme: Adalah gaya bahasa penegasan yang berupa pengulangan kata pada baris  atau kalimat. Contoh : Jika kamu minta, aku akan datang
  13. Majas Tautologi: Adalah gaya bahasa yang mengulang sebuah kata dalam kalimat atau mempergunakan kata-kata yang diterangkan atau mendahului. Contoh : Kejadian itu tidak saya inginkan dan tidak saya harapkan
  14. Majas Antanaklasis adalah yang mengandung ulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda. Contoh : Ibu membawa buah tangan, yaitu buah apel merah
  15. Majas Anastrof atau Inversi : Adalah gaya bahasa yang dalam pengungkapannya predikat kalimat mendahului subejeknya karena lebih diutamakan. Contoh : Pergilah ia meninggalkan kami, keheranan kami melihat peranginya.
  16. Majas Retoris : Adalah pernyataan yang dipergunakan dalam pidato atau tulisan dengan tujuan untuk mencapai efek yang lebih mendalam dan penekanan yang wajar, dan sama sekali tidak menghendaki adanya suatu jawaban. Contoh : Siapakah yang tidak ingin hidup ?
  17. Majas Elipsis: Adalah gaya bahasa yang berwujud menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah dapat diisi atau ditafsirkan sendiri oleh pembaca. Contoh : Kami ke rumah nenek ( penghilangan predikat pergi )
  18. Majas Alonim: Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan.
  19. Majas Kolokasi: Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat.
  20. Majas Pararima: Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan.
  21. Majas Preterito: Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya.
  22. Majas Sigmatisme: Pengulangan bunyi “s” untuk efek tertentu.
  23. Majas Polisindenton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung.
B. Macam -macam Majas Perbandingan
Dan berikut ini adalah berbagai macam dari majas perbandingan beserta contohnya yang berhasil blogbintang.com dapatkan :
  1. Majas Litotes: Ungkapan berupa penurunan kualitas suatu fakta dengan tujuan merendahkan diri. Contoh: Terimalah kado yang tidak berharga ini sebagai tanda terima kasihku atau Mampirlah ke gubuk saya ( Padahal rumahnya besar dan mewah )
  2. Majas Hiperbola: Pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal.ah mencapai langit. Contoh: Kita berjuang sampai titik darah penghabisan
  3. Majas Personifikasi: Pengungkapan dengan menggunakan perilaku manusia yang diberikan kepada sesuatu yang bukan manusia. Atau yang mengumpamakan benda mati sebagai makhluk hidup. Contoh: Hujan itu menari-nari di atas genting
  4. Majas Simile : Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknyabagaikan, ” umpama”, “ibarat”,”bak”, bagai”.  Membandingkan suatu dengan keadaan lain yang sesuai dengan keadaan yang dilukiskannya. contoh: Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.
  5. Majas Metafora: Gaya Bahasa yang membandingkan suatu benda dengan benda lain karena mempunyai sifat yang sama atau hampir sama. contoh: Cuaca mendung karena sang raja siang enggan menampakkan diri.
  6. Majas Antropomorfisme: Metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.
  7. Majas Sinestesia: yang berupa suatu ungkapan rasa dari suatu indra yang dicurahkan lewat ungkapan rasa indra lainnya.
  8. Majas Alegori: Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran. Contoh: Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.
  9. Majas Totum pro parte: Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian. contoh:Indonesia bertanding volly melawan Thailand.
  10. Majas Eufimisme: Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus. contoh:Dimana saya bisa menemukan kamar kecilnya?
  11. Majas Disfemisme: Pengungkapan pernyataan tabu atau yang dirasa kurang pantas sebagaimana adanya.
  12. Majas Fabel: Menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata. contoh:Perilakunya seperti ular yang menggeliat.
  13. Majas Parabel: Ungkapan pelajaran atau nilai tetapi dikiaskan atau disamarkan dalam cerita.
  14. Majas Perifrasa: Ungkapan yang panjang sebagai pengganti ungkapan yang lebih pendek.
  15. Majas Eponim: Menjadikan nama orang sebagai tempat atau pranata. contoh:Kita bermain ke rumah Ina.
  16. Majas Simbolik: Melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan maksud.
  17. Majas Asosiasi: perbandingan terhadap dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama. Contoh: Masalahnya rumit, susah mencari jalan keluarnya seperti benang kusut.
  18. Majas  Alusio: Pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal. Contoh: Sudah dua hari ia tidak terlihat batang hidungnya
  19. Majas Antonomasia: Adalah yang menyebutkan sifat atau ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri. Contoh : Yang Mulia tak dapat menghadiri pertemuan ini.
  20. Majas Aptronim: Pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang.
  21. Majas Metonimia: Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut. Contoh:Ia menggunakan Jupiter jika pergi ke sekolah (Motor merk Jupiter)
  22. Majas Hipokorisme: Penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib.
  23. Majas Depersonifikasi: Pengungkapan dengan tidak menjadikan benda-benda mati atau tidak bernyawa.
  24. Majas Pars pro toto: Pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan objek. contoh:Sejak kemarin dia tidak kelihatan batang hidungnya.
C. Macam-macam Majas Pertentangan
Dan berikut ini adalah berbagai macam dari majas pertentangan beserta contohnya yang berhasil blogbintang.com dapatkan :
  1. Majas Oksimoron : adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan dengan mempergunakan kata-kata yang berlawanan dalam frasa yang sama. Contoh : Keramah-tamahan yang bengis
  2. Majas Antitesis : Adalah gaya bahasa yang menggunakan pasangan kata yang berlawanan maknanya. Contoh : Kaya miskin, tua muda, besar kecil, smuanya mempunyai kewajiban terhadap keamanan bangsa.
  3. Majas Anakronisme : Adalah gaya bahasa yang menunjukkan adanya ketidak sesuaian uraian dalam karya sastra dalam sejarah, sedangkan sesuatu yang disebutkan belum ada saat itu. Contoh : dalam tulisan Cesar, Shakespeare menuliskan jam berbunyi tiga kali (saat itu jam belum ada)
  4. Majas Paradoks : Adalah gaya bahasa yang mengemukakan hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya tidak karena objek yang dikemukakan berbeda. Contoh : Dia besar tetapi nyalinya kecil.
  5. Majas Reptisi adalah perulangan bunyi, suku kata, kata atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai
  6. Majas Kontradiksi interminus: Pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya.
D. Macam-macam Majas Sindiran
Dan berikut ini adalah berbagai macam dari majas sindiran beserta contohnya yang berhasil blogbintang.com dapatkan :
  1. Majas Sinisme : Ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia (lebih kasar dari ironi). Contoh: Kamu kan sudah pintar ? Mengapa harus bertanya kepadaku ?
  2. Majas Satire: Ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dll. Ungkapan yang menertawakan atau menolak sesuatu. Contoh : Ya, Ampun! Soal mudah kayak gini, kau tak bisa mengerjakannya!
  3. Majas Innuendo: Adalah gaya bahasa sindiran dengan mengecilkan kenyataan yang sebenarnya. Contoh : Ia menjadi kaya raya karena mengadakan kemoersialisasi jabatannya
  4. Majas Ironi: Sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut. Contoh: Suaramu merdu seperti kaset kusut.
Majas Sarkasme: Sindiran langsung dan kasar.  Adalah gaya bahasa yang paling kasar, bahkan kadang-kadang merupakan kutukan. Contoh: Mampuspun aku tak peduli, diberi nasihat aku tak peduli, diberi nasihat masuk ketelinga
Posted on 17.33 / 0 komentar / Read More

Perhatikan Hal ini Sebelum Membeli Vitamin atau Suplemen

Perhatikan Hal ini Sebelum Membeli Vitamin atau SuplemenTidak  semua  vitamin dan  suplemen diet  dibuat dengan  proses  yang sama,  beberapa  merek suplemen mungkin dapat  mengandung  bahan  aditif  buatan, pewarna kimia, dan  bahkan  senyawa imitasi vitamin yang tidak dapat dikenali tubuh. Anda  harus  selektif  sebelum  membeli  vitamin  atau  suplemen  tertentu  apakah  produk  tersebut  aman 
dan efektif  untuk kesehatan. Berikut dan Perhatikan Hal ini Sebelum Membeli Vitamin atau Suplemen 
5 hal yang  perlu  diperhatikan ketika membeli vitamin dan suplemen :


Perhatikan Hal ini Sebelum Membeli Vitamin atau Suplemen 

1.  Vitamin sintetis 
Ada  perbedaan  besar  antara vitamin alami  yang ditemukan dalam  makanan dan vitamin yang dikemas 
dalam bentuk tablet suplemen. Tablet  suplemen  dapat terbuat dari  vitamin  sintetis yang diproduksi  di 
laboratorium dan mungkin saja berasal dari sumber yang berbahaya. 

Anda perlu membedakan antara vitamin alami yang diperoleh dari sari makanan dengan vitamin sintetis. 
Vitamin  sintetis biasanya tercantum pada label bahan  dengan nama tertentu,  misalnya  asam  askorbat 
(vitamin C), riboflavin (vitamin B2), dan dl-alfa tokoferol asetat (vitamin E). 

Vitamin  sintetis dapat  merangsang  metabolisme  sel, tetapi tidak dapat meng-upgrade  atau  mengganti 
komponen sel dengan komponen yang baru.  

2.   Magnesium stearat 
Hindari  suplemen  yang  meengandung  bahan  tambahan  magnesium  stearat,  karena  bahan  ini  dapat 
memblokir penyerapan nutrisi  ke  dalam  tubuh. Konsumsi secara  teratur  terhadap bahan ini  juga  telah 
dikaitkan  dengan  pengembangan  'biofilm'  yang  berbahaya  dalam  usus  yang  dapat  menyebabkan 
masalah pencernaan harus di Perhatikan Hal ini Sebelum Membeli Vitamin atau Suplemen 

Magnesium  stearat  bukanlah  sumber  dari  mineral  gizi  magnesium.  Satu-satunya  alasan  mengapa 
produsen suplemen menambahkan  zat kapur magnesium  stearat karena  lebih mudah  untuk   diproses .

Posted on 02.37 / 0 komentar / Read More

Rabu, 30 Oktober 2013

Tubercolusis (TBC)

Tubercolusis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tubercolusis. Penyakit Tuberkolusis bukanlah hal baru, secara umum kita sudah mengenal penyakit ini. TB bukanlah penyakit keturunan, dan TB dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat, lengkap dan teratur.Penyakit ini dapat menyerang bukan saja pada dewasa, anak-anak bahkan bayi tergolong rentang terhadap penyakit ini sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna, kualitas gizi yang buruk, dan orang dewasa penderita TB sebagai sumber penular merupakan salah satu penyebab anak-anak rentan terhadap infeksi TB.


Berdasarkan organ yang terserang. TB dapat dibedakan menjadi :
1. TB Paru, umumnya lebih banyak dijumpai.
2. TB Ekstra Paru, khususnya TB kelenjar getah bening sering dijumpai, yang paling sering terinfeksi adalah kelenjar getah bening di daerah leher, ketiak maupun lipatan paha.
Dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta jiwa, Indonesia termasuk peringkat ketiga setelah India dan China dalam jumlah penderita diantara 22 negara dengan masalah TB terbesar di dunia.

BAGAIMANA PENULARAN TB

Penderita TB dapat menularkan penyakitnya pada saat bersin atau batuk, bakterj tersebar ke udara melalui percikan dahak dan dapat bertahan di udara pada suhu kamar dalam beberapa jam. Individu di sekitar dapat terinfeksi apabila dahak yang emngandung bakteri tersebut terhirup dalam saluran pernafasan.Umumnya bakteri ini menyerang organ paru-paru dan sebagian kecil pada organ tubuh lainnya. Bakteri ni di paru-paru berkembang biak membentuk kelompok sehingga jaringan paru-paru mengalami peradangan. Dari hasil pemeriksaan rogent thorax, akan terlihat sebagai bercak-barcak putih.

APA SAJA GEJALA KLINIS TB

Gejala klinis TB adalah :
- Batuk berdahak + / - 3 minggu atau lebih (tidak sembuh setelah pengobatan penyebab batuk lainnya),
- Batuk darah atau pernah batuk darah,
- Demam lama atau berulang tanpa sebab jelas,
- Sesak napas dan nyeri dada,
- Berat badan terus turun tanpa sebab jelas dan tidak naik meski sudah mengkonsumsi gizi yang baik,
- Rasa kurang enak badan,
- Berkeringat malam walau tanpa kegiatan,
- Pembesaran kelenjar limfe (seringkali didaerah leher, ketiak, lipatan paha).

BAGAIMANA MENDIAGNOSA TB

Untuk mendiagnosa TB harus dilakukan pemeriksaan dahak dengan miskroskop. seorang dipastikan menderita TB bila dalam dahaknya terdapat kuman TB.
Dahak yang diambil adalah dahak sewaktu-Pagi-Sewaktu :
1. Pada waktu datang pertama kali untuk periksa ke unit pelayanan kesehatan, disebut dahak sewaktu pertama (S),
2. Dahak diambil pada pagi hari berikutnya segera setelah bangun tidur, kemudian dibawa dan diperiksa di unit pelayanan kesehatan, disebut dahak Pagi (P).
3. Dahak diambil di unit pelayanan kesehatan pada saat  penyerahan dahak pagi, disebut dahak sewaktu kedua (S).

Pemeriksaan Penunjang :

Ø Tes mantoux / tuberkuli Dilakukan dengan menyuntikkan PPD pada daerah kulit lengan bawah. Dinilai berdasarkan timbulnya reaksi alergi setelah penyuntikan PPD tersebut, hasil positif ditandai timbulnya warna kemerahan disertai penebalan pada kulit di daerah bekas suntikkan (diameter +/- 10mm atau lebih).
Ø Laju endap darah
Pemeriksaan dilakukan melalui darah. Pemeriksaan ini tidak khusus untuk TB saja, tetapi juga untuk penyakit infeksi lainnya. Nilai pemeriksaan umumnya meningkat
Ø Fungsi hati (`Ssgot`/sgpt`)
Untuk mengetahui efek samping pemakaian obat TB, mengingat obat-obat TB berpotensi merusak sel-sel hati.
Ø Rontgent thorax
Merupakan pemeriksaan umum dilakukan untuk TB, ditandai adanya bercak putih di paru. Juga untuk mengetahui luas jaringan paru yang telah rusak dan ringan beratnya TB yang diderita.

BAGAIMANA PENGOBATAN TB

            TB diobati dengan dua tahap pengobatan, yaitu : tahap awal (intensif) dan tahap lanjutan, lama pengobatan 6-9 bulan, tergantung berat ringannya penyakit. Penderita harus minum obat secara lengkap dan teratur sesuai jadwal berobat sampai dinyatakan sembuh. Dilakukan tiga kali pemeriksaan ulang dahak untuk mengetahui perkembangan kemajuan pengobatan, yaitu pada akhir pengobatan tahap awal, sebulan sebelum akhir pengobatan dan pada akhir pengobatan.Salah satu faktor berpengaruh pada keberhasilan pengobatan TB adalah kesadaran penderita selama proses pengobatan yakni motivasi hidup sehat dan kepatuhan pemakaian obat.

Banyak penderita yang tidak patuh terhadap pengobatan, misalnya disebabkan jangka waktu pengobatan yang relatif lama, jumlah obat cukup banyak, dan ukuran obat relatif besar.Penderita TB yang telah menjalani terapi 2 bulan, akan menunjukan perbaikan gejala klinis, namun banyak penderita yang berfikir bahwa gejala klinisnya sudah tidak ada, menganggap sudah sembuh. Penghentian dari jangka waktu seharusnya dapat menimbulkan resistensi terhadap obat TB dan pada akhirnya menimbulkan kerugian bagi penderita dan lingkungan terutama individu yang rentang

Penderita TB membutuhkan makanan yang mengandung banyak protein untuk mempercepat perbaikan sel-sel yang rusak dan jaringan yang rusak karena TB. Makanan tinggi protein ini diperlukan untuk membantu obat TB bekerja efektif dalam tubuh. Untuk bisa sampai ke jaringan, obat harus berikatan dengan senyawa albumin (salah satu kandungan dalam protein) untuk dapat bekerja sampai ke sel-sel jaringan tubuh yang rusak ,untuk memperbaikinya. Bila kandungan protein kurang, albumin kurang, proses penyembuhan terhambat.

Pengobatan TB pada anak sama dengan pada dewasa, yakni membutuhkan waktu 6-9 bulan. Sama seperti pada dewasa , pada anak-anak pun tanda terinfeksi bakteri ini dapat dilihat dari pemeriksaan rogent thorax yang ditandai bercak putih. Jika diobati dengan tepat dan segera, disertai perbaikan gizi anak, bercak tersebut akan berkurang bahkan hilang dalam waktu 6-9 bulan, bila tidak, maka kerusakan jaringan paru-paru akan meluas, dan lebih jauh dapat menimbulkan batuk berdahak serta kematian pada anak.

Mengurangi resiko terinfeksi TB dapat dilakukan dengan upaya menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan, misalnya : mengatur rumah agar memperoleh cahaya matahari karena bakteri ini cepat mati dengan sinar matahari langsung, mengkonsumsi makanan bergizi, tidak meludah /bersin/batuk sembarangan.

Beberapa hal yang perlu dipahami penderita TB, antara lain:
1. Pemakaian obat yang cukup lama (6-9 bulan).
2. Kepatuhan mengkonsumsi obat sangat berpengaruh terhadap kesembuhan,
3. Pengobatan dipengaruhi pula oleh konsumsi gizi yang baik khususnya protein,
4. Masalah lingkungan tempat tinggal penderita yang sehat dan kebisaan hidup sehat.

Pengobatan segera, kepatuhan selama proses pengobatan, dan menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan, merupakan langkah¬langkah yang dapat kita lakukan dalam memutus penularan TB di lingkungan sekitar kita.

APA AKIBATNYA BILA MINUM OBAT TIDAKTERATUR

Bila minum obat tidak teratur akan mengakibatkan:
Ø Penyakit tidak akan sembuh bahkan menjadi lebih kuat,
Ø Penderita tetap dapat menularkan penyakitnya pada orang lain,
Ø Penyakit menjadi semakin sukar diobati karena ada kemungkinan bakteri TB menjadi kebal, sehingga diperlukan obat yang lebih kuat dan lebih mahal. Obat untuk kuman yang kebal tidak tersedia di semua fasilitas kesehatan,
Ø Perlu waktu lebih lama untuk sembuh,

Ø Penderita dapat juga menularkan kuman yang sudah kebal obat pada orang lain.
Posted on 19.25 / 0 komentar / Read More

Nama-nama anak Laki-laki (versi Islam)

Nama-nama anak Laki-laki (versi Islam),  Susunannya sesuai dengan abjad 'Arab Nama Anak laki-laki Indeks Nama Berdasarkan Abjad :
ALIF  
1.  Aban : Perbuatan yang sangat jelas, nama putra khalifah 'Utsman
bin 'Affan
2.  Abiy : Yang memiliki kepribadian yang kuat yang pantang tunduk
terhadap tekanan
3.  Abyan : Yang lebih jelas
4.  Adib : Sastrawan
5.  Ahmad : Yang banyak dipuji-puji, nama yang diberikan oleh Allah
kepada Nabi Muhammad dalam al-Qur'an
6.  Arib : yang cerdik dan berakal
7.  Arhab : yang lapang dada
8.  Asad : singa (lambang keperkasaan)
9.  Asmar : yang berkulilt coklat, abu-abu
10. As'ad : yang lebih bahagia
11. Asyqar : yang berambut pirang
12. Asyhab : warna putih yang bercampur hitam, sebutan lain bagi singa.
13. Ashil : yang asli
14. Anis : yang dapat menenangkan hati dari kerisauan/keterasingan
15. Akram :   yang lebih mulia
16. Aman : rasa aman
17. Amin : yang dapat dipercaya
18. Amir : Emir, pemimpin, yang memerintahkan
19. Anwar : yang lebih bercahaya
20. Arkan : pondasi, pokok
21. Awwab : yang amat taat kepada Tuhan, julukan bagi nabi Daud
'alaihissalam
22. Ayib : yang kembali
23. Ayyub : yang banyak kembali, nama nabi
24. Islam : keislaman
25. I'tisham : berpegang teguh
26. Iklil : mahkota
27. Imam : pemimpin
28. Iyhab : pemberian
29. Usamah : singa, nama seorang shahabat yang amat dicintai oleh
Rasulullah
BA'   
1.  Bady : yang terlihat secara jelas
2.  Badzil : yang berusaha dengan sekuat tenaga
3.  Bahi : yang cerdik dan baik, yang berbangga
4.  Bari' : yang menonjol dalam setiap pekerjaan
5.  Basim : yang tersenyum
6.  Basil : yang sangat berani
7.  Baqir : yang memiliki kedalaman ilmu
8.  Badr : bulan purnama
9. Badri : julukan bagi shahabat yang mengikuti perang badar,
dinisbatkan kepada bulan purnama
10. Barraq : yang berkilauan, cemerlang
11. Barakat : keberkahan yang banyak
12. Basyir : yang memberikan kabar gembira
13. Basysyar : yang banyak memberikan kabar gembira
14. Bahri : yang dinisbatkan kepada laut
15. Bahij : yang ceria, elok
16. Bashri : yang dinisbatkan kepada kota Bashrah
17.Bilal : air atau susu yang dapat membasahi tenggorokan, nama muazzin
Rasulullah
18. Burhan : bukti, argumentasi
TA'
1.  Taib : yang bertaubat
2.  Taiq : yang merindu
3.  Tajir : saudagar, pedagang
4.  Tamimi : dinisbatkan kepada Tamim, nama sebuah kabilah Yaman
5.  Taqy : Ahli taqwa
6.  Taufiq : taufiq, petunjuk, kesesuaian
7.  Tahsin : perbaikan, memperindah
8.  Tibyan : penjelasan, keterangan
TSA' 
1.  Tsabit : y ang kokoh, tegar, kuat
2.  Tsamin : yang berharga
3.  Tsaqib : yang memiliki otak yang cerdas, tajam
4.  Tsariy : hartawan
JIIM 
1.  Jabir : yang menggantikan apa yang hilang, nama seorang shahabat
Nabi yang terkenal (Jabir bin 'Abdullah)
2.  Jasir : pemberani
3.  Jasim : yang tinggi, besar
4.  Jarir : Tali pengikat onta, nama salah seorang shahabat
5.  Jamil : indah, gagah
6.  Jauhar : permata berlian
7.  Jahuri : yang memiliki suara yang jelas dan besar
8.  Jihad : Jihad, perang suci
9.  Jubran : sama dengan arti kata Jabir diatas (derivasi darinya)
10.Jubair : sama dengan arti kata Jabir (diminutif/tashghir darinya)
HA' 
1.  Habib : orang yang dikasihi
2.  Hatim : orang yang diserahi perkara, orang yang dijadikan sebagai
simbol kedermawanan oleh bangsa Arab
3.  Harits : yang membajak tanah, salah satu nama yang dianjurkan oleh
Nabi Sh allallahu 'alaihi wasallam
4.  Hazim : yang berkemauan keras dan bersikap tegas
5.  Hasyid : yang mengumpulkan, menghimpun orang
6.  Hafizh : yang memelihara, menjaga, yang menghafal
7.  Hamid :   yang memuji, bertahmid
8.  Hajjaj : yang banyak melaksanakan haji, yang punya argumentasi
9.Hasan: yang baik, bagus, indah, nama cucu nabi Shallallahu 'alaihi
wasallam
10. Hassan : yang banyak baiknya, keindahannya
11. Hakam : hakim, pemutus hukum, wasit
12. Halif : rekanan, sekutu, kongsi
13. Hammad : yang banyak memuji
14. Hamdan : yang banyak memuji
15. Hanbaly : pengikut mazhab Imam Ahmad bin Hanbal
16. Hanif : ya ng berpegang teguh pada Islam, yang lurus
17. Hashshad: yang banyak mendapatkan (sesuatu)
18. Hayyan : hidup
19. Haidar : Pemberani
20. Hibban : yang banyak dikasihi
21.Hilmi : dinisbatkan kepada kata hilm, yaitu lembah lembut, tenang
dalam be rtindak
22. Himyar : nama suku di Yaman
23. Husam : pedang yang tajam
24. Husain : yang bagus, indah (diminutif dari kata husn)
KHA' 
1.  Khazin : yang menyimpan
2.  Khasyi' : yang khusyu'
3.  Khathir : hati, pikiran yang terbersit
4.  Khalid : kekal, abadi, nama salah seorang shahabat tersohor dan ahli
perang (Khalid bin walid)
5.  Khalish : yang murni, ikhlas
6.  Khajil : pemalu
7.  Khashib : subur
8.  Khadhir : yang hijau
9.  Khathib : penceramah, yang berbicara
10. Khaththab : yang banyak berceramah, pintar bicara
11. Khalaf : pengganti, yang datang kemudian, keturunan
12. Khaldun : kekal, abadi
13. Khalifah : penguasa dalam negara Islam, pengganti, pemimpin
14. Khalil : teman akrab yang dekat dan dikasihi
15. Khair : yang baik
16. Khuzaimah : pohon yang bunganya sangat sedap (diminutif dari
kata khuzam)
Daal 
1.  Daris : pelajar
2.  Daud : nama Nabi
3.  Daly : buah anggur yang tidak terlalu hitam
4.  Dany : yang dekat
5.  Daffa' : yang (banyak) mempertahankan diri
6.  Dafi' : yang mempertahankan, mendorong, motivasi
7.  Dalil : penunjuk jalan, guide, panduan, sapaan
DZAL 
1. Zakir : : yang berzikir, yang inga t
2. Zakir : : yang baik daya i ngatnya
3. Zakwan : : yang sangat cerdas
4. Zaky : : yang cerdas
5. Zulfiqar : : nama pedang 'Ali bin Abi Thalib
6. Zulfahmi : : yang memiliki pemahaman
RA' 
1. Ra'id : : pemimpin, pencetus
2. Ra'if : : yang memiliki rasa ka sihan
3. Rajih : : yang kuat, tajam akalnya
4. Raji : : orang yang berharap
5. Rasikh : : yang kokoh, dalam ilmuny a
6. Rasyid : : yang memberi petunjuk/nasehat, sudah berus ia baligh
7. Raghib : : yang memiliki keinginan
8. Raki' : : yang ruku'/menundukkan kepala, yang shalat
9. Ramiz : : yang memberi isy arat atau kode, menandai
10. Ramy : : yang melempar, pemanah
11. Rabi' : : musim semi
12. Rajab : : bulan rajab, pengagungan
13. Rahhab :: yang sangat menyambut, antusias, yang (banyak) berlapang dada
14. Razin : : yang cemerlang (otaknya), penuh kesungguhan
15. Rassam : : yang menggambar
16. Rasyad : : lurus, yang mendapat petunjuk
17. Rasyid : : yang mendapat petunjuk
18. Rasyiq : : perawakan tubuhnya bagus, tangkas
19. Ramzi : : dinisbatkan kepada simbol, simbolik
20. Ramadhan : : bulan ramadhan, panas yang s angat
21. Rafi' : : yang tinggi
22. Raihan : : aroma, buah yang baun ya wangi
23. Rizq : : anugerah, rizki
24. Ridhwan : : kerela an, keridhaan
25. Rifqy : : dinisbatkan kepada kelemahlembutan, rasa belaskasih
26. Riyadh : : taman
27. Ridha : : kerelaan
2 8. Rusyd : : petunjuk
29. Rusyd i : : yang bersifat petunjuk
ZAI 
1. Zari' : : yang menanam
2. Zahid : : yang bersahaja, zuhud
3. Zahir : : yang cemerlang, berseri-seri
4. Zahy : : wajah yang elok
5. Zayyat : : dinisbatkan kepada kata zait (minyak): tukang minyak
6. Zaky : : Yang bersih, suci
7. Zaid : yang bertambah
8 . Zahrani : : yang berseri-seri
9. Ziyad : : yang bertambah
SIN 
1. Sais : : yang menyiasati
2. Sabiq : : yang terdahulu
3. Satir : : yang menutupi sesuatu
4. Sajid : : yang bersujud
5. Sakhin : : yang panas
6. Sa'i : : yang berusaha, berjalan cepat
7. Saqy : : yang menuangkan (air)
8. Salim : : yang selamat, sehat dan segar bugar
9. Samih : : yang pema'af, yang mulia hatinya
10. Sami : : yang mulia, ti nggi
11. Sahir : : yang berjaga di tengah malam, tidak tidur
12. Sabbah : : perenang
13. Sakhiy : : yang dermaw an, murahhati
14. Sa'ad : : kebahagiaan
15. Sa'id : : yang bahagia
16. Sa'dun : : yang bahagia
17. Safar : : perjalanan
18. Salman : : yang selamat
19. Sahal : : yang mudah
20. Sayyaf : : yang memegang pedang, ahli pedang
21. Sayyid : : pemuka, pemimpin
22. Sidr : : daun bidara
23. Siraj : : lentera, lampu
24. Sudais : : diminutif dari kata as-sudus ; seper-enam
25. Surur : : kegembiraan
26. Su'ud : : kebahagiaan, nama raja Kerajaan Arab Saudi
27. Sulthan : : yang memiliki kekuasaan, sultan
28. Suhail : : diminutif dari kata sahl : mudah
SYIN 
1. Syabb : : pemuda
2. Syady : : yang merangkai sya'ir
3. Syarih : : yang menjelaskan, menerangkan, mensyarah, yang lapangdada
4. Syathir : : genius
5. Syathibi : : nama ulama terkemuka
6. Sya'ir : : penyair
7. Syafi' : : yang memberi pert olongan
8. Syafi'i : : dinisbatkan kepada Imam asy-Syafi'i
9. Syakir : : yang bersyukur
10. Syamil : : komplit, universal, yang m encakup
11. Syamikh : : yang tinggi, kokoh
12. Syahy : : yang memiliki keingi nan
13. Syaj'an : : yang sangat pemberan i
14. Syaddad : : yang kuat, keras
15. Syarif : : yang mulia, terhormat
16. Syarik : : kongsi, sekutu
17. Sya'rani : : dinisbatkan kepada kata sya'r ; rambut
18. Syaghghaf : : yang memiliki keinginan yang amat sangat, tergila-gila, mabuk
kepayang
19. Syafiq : : yang halus perasaannya, penuh be las kasih
20. Syaqiq : : sekandung, terbelah
21. Syakib : : yang memberi balasan kebaikan
22. Syakkar : : yang banyak bersyukur, terim akasih
23. Syakur : : yang banyak bersyukur, terimakasih
24. Syammakh : : yang amat ting gi, kokoh
25. Syairazy : : dinisbatkan kepada kata syairaz ; nama kota di Persia/Iran
sekarang, nama ulama terkenal
26. Syihab : : bintang meteor, cahaya api
27. Syu'aib : : nama nabi, diminutif dari kata sya'b ;bangsa, suku
28. Syuja' : : pemberani
29. Syuraih : : diminutif dari kata syarh ; penjelasan, lapang dada, lega
30. Syurahbil : : nama seorang shahabat
Shad 
1. Sha-ib : : yang bertindak b enar
2. Sha-id : : yang berburu
3. Sha-in : : yang menja ga
4. Sha'im : : yang berpuasa
5. Shabir : : penyabar
6. Shahib : teman, shahabat, yang menyertai
7. Shahy : : yang berteria k, bangun
8. Shadir : : yang mengeluarkan, menerbitkan, bersumber
9. Shadiq : : yang jujur
10. Sharif : : yang mengalihkan (perhatian, dst), yang merubah
11. Sharim : : yang tegas, tajam
12. Sha'id : : yang memanjat, menaiki
13. Shafih : : pemaaf
14. Shafy : : yang suci, murni, bersih, tidak ker uh
15. Shalih : : orang yang sh alih, sesuai
16. Shamit : : yang diam tidak banyak bicara
17. Shamid : : yang tegar
18. Shabbah : : yang mengucapkan selam at pagi
19. Shahafy : : wartawan
20. Shakhar : : batu yang keras, karang
21. Shaddam : : yang membenturkan
22. Sharraf : : kasir
23. Shafar : : bulan shafar
24. Shafwat : : jernih, bersih, bening
25. Shafwan : : jernih, bersih, nama seorang shahabat, batu besar yang halus/licin
26. Shafih : : pedang yang tajam, lempengan
27. Shafir : : terompet, siula n
28. Shafrawy : : dinisbatkan kepada kata "shufr"; kuning, kekuning-kuningan
29. Shaqr : : burung elang
30. Shaql : : tajam
31. Shalah : : keshalihan, kecocokan
32. shahl : : suara kuda
33. Shawwan : : yang men jaga (diri, dsb)
34. Shayyad : : ahli berburu
35. Shaidaly : : apote ker
36. Shiddiq : : yang amat jujur
37. Shirath : : jalan
38. Shulhi : : dinisbatkan kepada kata shulh ; perdamaian
39. Shuw ailih : : diminutif dari kata shalih
40. Shuhaib : : julukan bagi singa, nama seorang shahabat terkenal Shuhaib ar-
Ruumy
DHAD 
1. Dhabith : : kapten, yang mencocokkan, yang kuat hafalannya
2. Dhahik : yang tertawa
3. Dhamin : : yang menjamin, menanggu ng
4. Dhawy : bercahaya
5. Dhahhak : : yan g banyak tertawa
6. Dhamir : : perasaan
7. Dhaif : : tamu
8. Dhiman : : jaminan
9. Dhubaib : : diminutif dari kata dhabb ; sejenis biawak
10. Dhuha : : waktu dhuha, sebelum matahari tergelincir
THA' 
1. Thaif : : yang berkeliling/melakukan thawaf, nama kota di Arab Saudi
2. Thahin : : yang menumbuk
3. Tharih : : yang melemparkan (pendapat, dsb), yang membuang
4. Tharid : yang mengusir
5. Thariq : yang datang waktu malam, yang mengetuk, nama seorang pahlawan
Islam terkenal (Thariq bin Ziyad)
6. Thazij : : yang segar (makanan, dsb), steril
7. Thaqim : : pilot
8. Thalib : : yang menuntut, mencari, mahasiswa
9. Thamih : : yang antusias
11. Thahir : : yang suci, bersih
12. Thabari : : nama seorang Mufassir terkenal (Imam ath-Thabari)
13. Thabrani : : nama seorang Muhaddits (ahli hadits) terkenal (Imam ath-
Thabrani)
14. Thahhan : : orang yang menu mbuk (sesuatu)
15. Thalal : : tempat yang tinggi
16. Thayyar : : penerbang, pilot
17. Thayyib : : yang baik, enak, suci
1 8. Thiraz : : ukuran, model, tipe
19. Th ufail : : diminutif dari kata thifl ; anak kecil
ZHA'
1.  Zha'in : yang bepergian pada siang hari yang terik
2.  Zhafir : yang menang, beruntung
3.  Zhahir : bagian luar, lahiriah, terang, na mpak
4.  Zharif : cerdik, terang
5 .  Zhafran : yang menang, beruntung
6. Zhahran : bagian belakang, nama kota di Arab Saudi
'AIN
1.  'Aif : yang menjaga kesucian dirinya, penjijik
2.  'Aisy : yang hidup
3.  'Abid : ahli 'ibadah
4. 'Abir : yang melewati, musafir
5.  'Aji : dinisbatkan kepada kata 'aajj ; gading, berkebangsaan negara Pantai
Gading
6.  'Adil : yang adil
7.  'Arif : yang mengetahui, mengenal
8.  'Azil : yang mengasingkan diri, tidak mempersenjatai diri
9.  'Asyur : ke-sepuluh
10. 'Athif : yang lembut, penuh kasih
11. 'Aqil : yang berakal, cerdas
12. 'Alim : yang berpenge tahuan, seorang 'alim
13. 'Ammiy : yang 'awam, biasa
14. 'Ayid : yang kembali
15. 'Abbad : ahli/yang ban yak beribadah
16. 'Abud : ahli ibadah
17. 'Abqary : yang jenius
18. 'Atid : yang selalu hadir
19.'Atiq : hamba yang dimerdekakan, yang sudah tua, sebutan buat Ka'bah (al-
Baitul 'Atiq)
20. 'Ajam : orang asing, selain 'Arab
21. 'Adnan : salah seorang nenek moyang Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam
22. 'Arafat : jamak dari 'arafah ; nama bukit di Mekkah tempat melakukan haji
23. 'Azzam : yang berke mauan kuat (bertekad bulat)
24. 'Atha' : pemberian
25. 'Aththar :yang suka memakai wewangian, tuk ang minyak wangi
26. 'Aththas : yang bersin, nama suku di Yaman
27. 'Affan : yang banyak menjaga kesucian dirinya, nama ayah khalifah ketiga,
'Utsman bin 'Affan
28. 'Afif : yang menjaga kesucian d irinya
29. 'Aqid : yang beraqad, berjanji
30. 'Aqqad : yang banyak beraqad, berjanji
31. 'Ali : yang tinggi, nama khalifah ke-e mpat, 'Ali bin Abi Thalib
32. 'Alqamah : nama seorang shahabat
33. 'Allaf : yang memberi makanan binatang
34.'Ammar : yang banyak menta'mir, yang panjang umur, nama seorang
shahabat 'Ammar bin Yasir
35. 'Amru : nama seorang shahabat 'Amru bin al-'Ash
36. 'Ayyasy : yang panjang umur, penjual roti
37. 'Ibad : jamak dari kata hamba
38. 'Irfan : kebaikan
39. 'Izzat : keagungan, kebanggaan, 'izzah
40. 'Isham : berpegang teguh
41. 'Ishmat : pegangan
42. 'Ikrimah : nama seorang shahabat, 'Ikrimah bin Abu Jahal
43. 'Imad : pondasi, tiang
44. 'Imarah : Penta'miran, peramaian
45. 'Iwadh : pengganti
46. 'Ied : Hari besar, perayaan
47. 'Ubadah : nama seorang shahabat, banyak melakukan 'ibadah.
48. 'Ubaid : diminutif/tashghir dari kata 'Abd; hamba
49. 'Utbah : lekuk liku lembah
50.'Utsaimin : nama seorang ulama besar Arab Saudi, Ibnu 'Utsaimin; diminutif
dari "Utsman".
51. 'Urbun : pemberian
52. 'Ukasyah : nama seorang shah abat
53. 'Ulwan : judul, tema, tanda
Posted on 18.38 / 0 komentar / Read More

Pentingnya Hak Cipta Dalam Karya Seni

Pentingnya Hak Cipta Dalam Karya Seni, Sehingga tidak ada lagi yang saling mengklaim karya orang lain ataupun menjiplak karya orang lain. Pentingnya Hak Cipta Di Indonesia sudah ada undang-undang yang mengatur tentang hak cipta, yaitu UU RI No. 19 tahun 2002. Dengan banyaknya kasus yang terjadi semakin menunjukkan bahwa adanya hak cipta sangat penting bagi suatu karya cipta.


Pentingnya Hak Cipta Dalam Karya Seni

Belakangan ini banyak sekali kasus mengenai hak cipta, terutama hak cipta dalam kar ya seni. Salah satu contohnya yaitu, pengambil alihan hak cipta tarian Indonesia terhadap tarian Malaysia, Malaysia mengaku tarian yang berasal dari Indonesia itu miliknya, padahal jelas jelas tarian itu berasal dari Indonesia. Pengertian hak cipta itu sendiri adalah hak untuk memperbanyak suatu karya dan untuk mencegah orang lain untuk meniru atau menjiplak suatu kar ya tanpa izin pemilik karya tersebut, tanpa mengurangi batasan-batasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hak cipta dalam pembuatan suatu karya itu sangat penting. Hak cipta sudah diatur dalam undang-undang, sehingga jika ada yang melanggar hak cipta akan diberi sanksi. Apabila suatu hak cipta diserahkan kepada seseorang, hak itu tidak mengurangi hak pencipta untuk bisa membatasi  hak orang yang di serahi hak cipta untuk membuat salinan karya cipta tersebut.

Pentingnya Hak Cipta Dalam Karya Seni, Untuk memberikan perlindungan dan penghargaan terhadap suatu karya cipta serta mendukung atas sebuah kreatifitas dari seseorang atau suatu organisasi, maka dibuatlah suatu ;
Undang-undang hak cipta ini telah mengalami beberapa perubahan, yang pertama dibuat undang-undang No. 6 tahun 1982 tentang Hak Cipta.
yang kedua lalu diubah dengan undang-undang No. 7 tahun 1987, dan terakhir diubah dengan undang-undang No. 12 tahun 1997, dan sekarang menjadi undang-undang No. 19 tahun 2002. Dalam undang-undang ini dijelaskan mengenai hak cipta, pencipta, ciptaan, pemegang hak cipta, pengumuman perbanyakan, potret, program computer, hak terkait, pelaku, permohonan, kuasa, dll.

Pentingnya Hak Cipta Dalam Karya Seni di dalam Kasus-kasus hak cipta telah banyak dijumpai, terutama dalam bidang karya seni. Banyak sekali karya seni di Indonesia yang diakui oleh Negara-negara lain. Diantaranya yaitu, pelanggaran hak cipta seni ukir kayu dari Jepara oleh perusahaan asing, kasus ini melibatkan Chistopher, seorang pengusaha asal Inggris yang melakukan pencurian hak cipta atas seni ukir 
Jepara.

Dimana ukiran Jepara tersebut dieksploitasi oleh warga asing, sehingga pengrajin Jepara harus menanggung beban berat dalam menghadapi masalah ini. Selain rugi secara finansial yang tidak sedikit, menurut sebagian masyarakat Jepara juga dirugikan dalam mempertahankan dan pelestarian kar ya seni budaya bangsa. Selain kasus di atas, ada pula kasus penjiplakan dalam pembuatan seni batik. 

Seseorang tidak bisa seenaknya mengaku sebagai pencipta atas suatu karya cipta karena dalam undang-undang ini telah diatur apa saja yang menjadi kriteria seseorang yang disebut sebagai pencipta atas suatu karya cipta. Pada pasal 17 menjelaskan “pemerintah melarang pengumuman setiap ciptaan yang bertentangan dengan kebijaksanaan pemerintah di bidang agama, kesusilaan, serta ketertiban umum setelah melanggar pertimbangan Dewan Hak Cipta”, pasal ini membuktikan adanya batasan atas ciptaan, terhadap Pentingnya Hak Cipta Dalam Karya Seni.



Posted on 02.13 / 0 komentar / Read More
 
Copyright © 2011. Blog asli Indonesia . All Rights Reserved
Home | Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Site map
Design by Herdiansyah . Published by Borneo Templates