Macam-macam majas, atau gaya
bahasa adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu
untuk memperoleh efek-efek tertentu, keseluruhan ciri bahasa
sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan
pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis. Secara umum jenis dibagi
menjadi empat bagian
yaitu perbandingan, sindiran, penegasan
dan, pertentangan. Keterangan lebih lanjut bisa dibaca dibawah ini.
MACAM-MACAM
MAJAS
A. Macam-macam Majas Penegasan
Dan berikut ini adalah berbagai
macam dari majas penegasanbeserta contohnya yang berhasil blogbintang.com
dapatkan :
- Majas Klimaks : Adalah semacam gaya bahasa
yang menyatakan beberapa hal yang dituntut semakin lama semakin
meningkat. Contoh : Kesengsaraan membuahkan kesabaran, kesabaran
pengalaman, dan pengalaman harapan.
- Majas Antiklimaks: Adalah gaya bahasa yang menyatakan
beberapa hal berurutan semakin lma semakin menurun. Contoh : Ketua
pengadilan negeri itu adalah orang yang kaya, pendiam, dan tidak terkenal
namany
- Majas Koreksio: Adalah gaya bahasa yang mula-mula
menegaskan sesuatu, tetapi kemudian memperbaikinya. Contoh : Silakan
pulang saudara-saudara, eh maaf, silakan makan.
- Majas Asindeton : Adalah gaya bahasa yang
menyebutkan secara berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung agar
perhatian pembaca beralih pada hal yang disebutkan. Contoh : Dan
kesesakan kesedihan, kesakitan, seribu derita detik-detik penghabisan
orang melepaskan nyawa.
- Majas Interupsi adalah gaya bahasa yang
menggunakan kata-kata atau bagian kalimat yang disisipkan di dalam kalimat
pokok untuk lebih menjelaskan sesuatu dalam kalimat. Contoh :
Tiba-tiba ia-suami itu disebut oleh perempuan lain.
- Majas Eksklmasio : Adalah gaya bahasa yang
menggunakan kata-kata seru atau tiruan bunyi. Contoh : Wah, biar ku
peluk, dengan tangan menggigil.
- Majas Enumerasio : Adalah beberapa peristiwa yang
membentuk satu kesatuan, dilukiskan satu persatu agar tiap peristiwa dalam
keseluruhannya tanpak dengan jelas. Contoh : Laut tenang. Di atas
permadani biru itu tanpak satu-satunya perahu nelayan meluncur
perlahan-lahan. Angin berhempus sepoi-sepoi. Bulan bersinar dengan
terangnya. Disana-sini bintang-bintang gemerlapan. Semuanya berpadu
membentuk suatu lukisan yang haromonis. Itulah keindahan sejati.
- Majas Silepsis dan Zeugma : Adalah gaya dimana orang
mempergunakan dua konstruksi rapatan dengan menghubungkan sebuah kata
dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai
hubungan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah
satunya mempunyai hubungan dengan kata pertama. Contoh : ia
menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat kepada kami.
- Majas Apofasis atau Preterisio : Adalah gaya
bahasa dimana penulis atau pengarang menegaskan sesuatu, tetapi tampaknya
menyangkal. Contoh : Saya tidak mau mengungkapkan dalam forum ini
bahwa saudara telah menggelapkan ratusan juta rupiah uang negara
- Majas Pleonasme: Menambahkan keterangan pada pernyataan
yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak
diperlukan. Contoh: Saya naik tangga ke atas.
- Majas Aliterasi: Adalah gaya bahasa berupa
perulangan bunyi vokal yang sama. Contoh : Keras-keras kena air
lembut juga
- Majas Paralelisme: Adalah gaya bahasa penegasan
yang berupa pengulangan kata pada baris atau kalimat. Contoh :
Jika kamu minta, aku akan datang
- Majas Tautologi: Adalah gaya bahasa yang mengulang
sebuah kata dalam kalimat atau mempergunakan kata-kata yang diterangkan
atau mendahului. Contoh : Kejadian itu tidak saya inginkan dan tidak
saya harapkan
- Majas Antanaklasis adalah yang mengandung ulangan kata
yang sama dengan makna yang berbeda. Contoh : Ibu membawa buah
tangan, yaitu buah apel merah
- Majas Anastrof atau Inversi : Adalah gaya bahasa
yang dalam pengungkapannya predikat kalimat mendahului subejeknya karena
lebih diutamakan. Contoh : Pergilah ia meninggalkan kami, keheranan
kami melihat peranginya.
- Majas Retoris : Adalah pernyataan yang
dipergunakan dalam pidato atau tulisan dengan tujuan untuk mencapai efek
yang lebih mendalam dan penekanan yang wajar, dan sama sekali tidak
menghendaki adanya suatu jawaban. Contoh : Siapakah yang tidak ingin
hidup ?
- Majas Elipsis: Adalah gaya bahasa yang berwujud
menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah dapat diisi atau
ditafsirkan sendiri oleh pembaca. Contoh : Kami ke rumah nenek (
penghilangan predikat pergi )
- Majas Alonim: Penggunaan varian dari nama untuk
menegaskan.
- Majas Kolokasi: Asosiasi tetap antara suatu kata dengan
kata lain yang berdampingan dalam kalimat.
- Majas Pararima: Pengulangan konsonan awal dan akhir
dalam kata atau bagian kata yang berlainan.
- Majas Preterito: Ungkapan penegasan dengan cara
menyembunyikan maksud yang sebenarnya.
- Majas Sigmatisme: Pengulangan bunyi “s” untuk
efek tertentu.
- Majas Polisindenton: Pengungkapan suatu kalimat atau
wacana, dihubungkan dengan kata penghubung.
B. Macam -macam Majas Perbandingan
Dan berikut ini adalah berbagai
macam dari majas perbandingan beserta contohnya yang berhasil blogbintang.com
dapatkan :
- Majas Litotes: Ungkapan berupa penurunan kualitas suatu
fakta dengan tujuan merendahkan diri. Contoh: Terimalah kado yang
tidak berharga ini sebagai tanda terima kasihku atau Mampirlah ke
gubuk saya ( Padahal rumahnya besar dan mewah )
- Majas Hiperbola: Pengungkapan yang melebih-lebihkan
kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal.ah mencapai
langit. Contoh: Kita berjuang sampai titik darah penghabisan
- Majas Personifikasi: Pengungkapan dengan menggunakan
perilaku manusia yang diberikan kepada sesuatu yang bukan manusia.
Atau yang mengumpamakan benda mati sebagai makhluk
hidup. Contoh: Hujan itu menari-nari di atas genting
- Majas Simile : Pengungkapan dengan perbandingan
eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan,
” umpama”, “ibarat”,”bak”, bagai”. Membandingkan suatu dengan
keadaan lain yang sesuai dengan keadaan yang dilukiskannya. contoh:
Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk
cinta berkorban apa saja.
- Majas Metafora: Gaya Bahasa yang membandingkan suatu
benda dengan benda lain karena mempunyai sifat yang sama atau hampir
sama. contoh: Cuaca mendung karena
sang raja siang enggan menampakkan diri.
- Majas Antropomorfisme: Metafora yang menggunakan kata
atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan
manusia.
- Majas Sinestesia: yang berupa suatu ungkapan rasa dari
suatu indra yang dicurahkan lewat ungkapan rasa indra lainnya.
- Majas Alegori: Menyatakan dengan cara lain,
melalui kiasan atau penggambaran. Contoh: Perjalanan hidup manusia
seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang
sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang
pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.
- Majas Totum pro parte: Pengungkapan keseluruhan objek
padahal yang dimaksud hanya sebagian. contoh:Indonesia bertanding volly
melawan Thailand.
- Majas Eufimisme: Pengungkapan kata-kata yang dipandang
tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau
dianggap halus. contoh:Dimana saya bisa menemukan kamar kecilnya?
- Majas Disfemisme: Pengungkapan pernyataan tabu atau
yang dirasa kurang pantas sebagaimana adanya.
- Majas Fabel: Menyatakan perilaku binatang sebagai
manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata. contoh:Perilakunya
seperti ular yang menggeliat.
- Majas Parabel: Ungkapan pelajaran atau nilai tetapi
dikiaskan atau disamarkan dalam cerita.
- Majas Perifrasa: Ungkapan yang panjang sebagai
pengganti ungkapan yang lebih pendek.
- Majas Eponim: Menjadikan nama orang sebagai tempat atau
pranata. contoh:Kita bermain ke rumah Ina.
- Majas Simbolik: Melukiskan sesuatu dengan menggunakan
simbol atau lambang untuk menyatakan maksud.
- Majas Asosiasi: perbandingan terhadap dua hal yang
berbeda, namun dinyatakan sama. Contoh: Masalahnya rumit, susah
mencari jalan keluarnya seperti benang kusut.
- Majas Alusio: Pemakaian ungkapan yang tidak
diselesaikan karena sudah dikenal. Contoh: Sudah dua hari ia tidak
terlihat batang hidungnya
- Majas Antonomasia: Adalah yang menyebutkan sifat
atau ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama
diri. Contoh : Yang Mulia tak dapat menghadiri pertemuan ini.
- Majas Aptronim: Pemberian nama yang cocok dengan sifat
atau pekerjaan orang.
- Majas Metonimia: Pengungkapan berupa penggunaan nama
untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau
atribut. Contoh:Ia menggunakan Jupiter jika pergi ke sekolah (Motor
merk Jupiter)
- Majas Hipokorisme: Penggunaan nama timangan atau kata
yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib.
- Majas Depersonifikasi: Pengungkapan dengan tidak
menjadikan benda-benda mati atau tidak bernyawa.
- Majas Pars pro toto: Pengungkapan sebagian dari objek
untuk menunjukkan keseluruhan objek. contoh:Sejak kemarin dia tidak
kelihatan batang hidungnya.
C. Macam-macam Majas Pertentangan
Dan berikut ini adalah berbagai
macam dari majas pertentangan beserta contohnya yang berhasil blogbintang.com
dapatkan :
- Majas Oksimoron : adalah gaya bahasa yang mengandung
pertentangan dengan mempergunakan kata-kata yang berlawanan dalam frasa
yang sama. Contoh : Keramah-tamahan yang bengis
- Majas Antitesis : Adalah gaya bahasa yang
menggunakan pasangan kata yang berlawanan maknanya. Contoh : Kaya
miskin, tua muda, besar kecil, smuanya mempunyai kewajiban terhadap
keamanan bangsa.
- Majas Anakronisme : Adalah gaya bahasa yang menunjukkan
adanya ketidak sesuaian uraian dalam karya sastra dalam sejarah, sedangkan
sesuatu yang disebutkan belum ada saat itu. Contoh : dalam tulisan Cesar,
Shakespeare menuliskan jam berbunyi tiga kali (saat itu jam belum ada)
- Majas Paradoks : Adalah gaya bahasa yang
mengemukakan hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya tidak
karena objek yang dikemukakan berbeda. Contoh : Dia besar tetapi nyalinya
kecil.
- Majas Reptisi adalah perulangan bunyi, suku kata, kata
atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam
sebuah konteks yang sesuai
- Majas Kontradiksi interminus: Pernyataan yang bersifat
menyangkal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya.
D. Macam-macam Majas Sindiran
Dan berikut ini adalah berbagai
macam dari majas sindiran beserta contohnya yang berhasil blogbintang.com
dapatkan :
- Majas Sinisme : Ungkapan yang bersifat mencemooh
pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia (lebih kasar dari
ironi). Contoh: Kamu kan sudah pintar ? Mengapa harus bertanya
kepadaku ?
- Majas Satire: Ungkapan yang menggunakan sarkasme,
ironi, atau parodi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan,
dll. Ungkapan yang menertawakan atau menolak sesuatu. Contoh :
Ya, Ampun! Soal mudah kayak gini, kau tak bisa mengerjakannya!
- Majas Innuendo: Adalah gaya bahasa sindiran dengan
mengecilkan kenyataan yang sebenarnya. Contoh : Ia menjadi kaya raya
karena mengadakan kemoersialisasi jabatannya
- Majas Ironi: Sindiran dengan menyembunyikan fakta yang
sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut. Contoh: Suaramu
merdu seperti kaset kusut.

0 komentar:
Posting Komentar