Mengelola Emosi Sangat penting apa lagi dari angka nol, " Di angka nol ya...." Itulah kalimat yang sering di lontarkan dengan ramah oleh petugas,yang sering kita dengar saat kita mengisi bahan bakar kendaraan kita..
Kembali sesuatu dari nol lagi memang bukan lah hal yang mudah.
Mengelola Emosi Sangat penting
Apalagi jika terpaksa memulainya bukan karena kesalahan yang kita perbuat. Namun inilah hidup yang menurut semua orang penuh perjuangan.Siapa yang tak mampu akan disingkirkan dan kembali ke nol lagi. Memang ada saatnya nasib baik tak bersahabat dengan kita. Dan ini saatnya kita mengelola emosi,sebagai modal untuk bangkit dari nol lagi.
Perhitungan adakalanya meleset jauh dari harapan kita. Kegagalan,,apapun bentuknya tentu mengecewakan. Namun kesanggupan kita untuk bangkit menjadi penentu keberhasilan kita untuk memperoleh kesempatan berikutnya.
Saat Mengelola Emosi Sangat penting pertanyaan dan penyesalan bergiliran memenuhi pikiran dan perasaan kita.. Kita hanya perlu keberanian untuk melewati fase tersebut... Namun jangan lupa untuk terus hidup,karena kita tak tahu hal-hal yang diluar kemampuan kita. Masalahnya,seberapa siap kita menegelola emosi untuk bangkit dari keterpurukan,dan meraih kesempatan berikutnya.
Sedih,marah,kecewa,stress,tak bisa terhindarkan saat kita mengalami kegagalan. Mengalihkan usaha tak semudah yang di bayangkan.Kehilangan sejumlah uang dalam jumlah besar memang menyesakkan. Serta terbelit hutang ratusan juta juga memusingkan.. Tak hanya kegagalan di bidang pekerjaan atau bisnis saja yang membuat hidup jadi rumit. Kegagalan cinta atau rumah tangga pun juga menyebabkan stress ber bulan-bulan serta butuh waktu lama untuk menata hati kembali.
Namun seseorang yang bisa Mengelola Emosi Sangat penting sebenarnya bisa menghadapi stress,dalam menghadapi masalah karena kegagalan,tergantung dari faktor dalam diri dan lingkungan dimana dibesarkan. Seseorang yang dibesarkan dalam lingkungan yang mengutamakan kesempurnaan,bisa jadi saat mengalami kegagalan kemudian merasa tidak berharga lagi. Kegagalan yang ia lakukan seolah identik dengan dosa besar.
Tentang waktu untuk bangkit kembali pun setiap individu berbeda-beda. Tergantung pada wawasan,pemikiran,kemampuan,kapasitas atau otoritas masing-masing. Ada yang butuh waktu sebentar dan ada pul yang butuh waktu lama untuk melepas emosinya... Saat terpuruk,seseorang merasa dipandang sebelah mata. Stres bisa bertambah saat lingkungan sekitarnya bereaksi dengan cara yang salah.
Seperti misalnya ingin menunjukan empati tapi ujungnya malah mengganggu. Karena sipenderita di hujani pertanyaan yang itu-itu saja malah bertambah sedih. Disaat itulah kita mesti pandai baca situasi jika ingin memberikan empati pada seseorang yang sedang stress karena baru mengalami kegagalan. Nah,bagi yang sedang menederita stress karena baru saja mengalami kegagalan, untuk bangkit dan memperoleh kesempatan berikutnya,yang diperlukan adalah andil yang besar dari diri sendiri.
Mengenali sumber kegagalan adalah langkah awal yang baik. Selanjutnya adalah kesadaran memperbaiki diri. Kita ini hidup di dunia hanya dituntut melakukan sesuatu, dan kalau kita sudah melakukan lantas salah tidak perlu kita malu dan putus asa..!!
Tinggal diperbaiki beres kan ?
Asal tahu aja,bahwa Mengelola Emosi Sangat penting dan nasehat atau saran secanggih apapun jika yang bersangkutan tak melakukan apa-apa rasanya percuma..!! Karena hanya kita sendirilah yang bisa menolong diri kita.
Yakinlah,, Orang yang sedang terpuruk itu bagaikan pegas yang sudah ter injak dan siap meloncat ke atas lagi... Akhirnya,kita tak boleh berhenti mencoba,menambah ilmu,meningkatkatkan skill dan memiliki alternatif dalam hidup kita...
Agar yang tadinya sudah sampai nol kembali meningkat pada level yang lebih tinggi....

0 komentar:
Posting Komentar